Home Berita BPPSPAM Koordinasikan Pengembangan SPAM di Kabupaten Karawang dan Bogor

BPPSPAM Koordinasikan Pengembangan SPAM di Kabupaten Karawang dan Bogor

pdam2Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan koordinasi terkait pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kabupaten Bogor dan Karawang, di kantor BPPSPAM, Jakarta, Senin (6/7/2015). Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh PDAM Tirta Tarum Kabupaten Karawang, PDAM Tirta Kahuripan  Kabupaten Bogor, PT. Perum Jasa Tirta (PJT) II, dan PT. Sarana Multi Infrastruktur (PT.SMI).
 
Kepala Bidang Analis Keuangan, Investasi, dan Promosi (AKIP) BPPSPAM, Adi Susetyo, mengatakan koordinasi ini dilakukan untuk memperjelas langkah-langkah dalam rangka pengembangan SPAM di dua daerah tersebut. Menurut Adi, dalam proyek tersebut PDAM selaku Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) dan PJT II sebagai investor, sementara untuk pendanaan maupun pengemasan masalah proyeknya BPPSPAM mengundang PT SMI. 
 
Direktur Utama PDAM Tirta Tarum Kabupaten Karawang, Yogie Patriana Alsjah, mengatakan Pemerintah Kabupaten Karawang telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PJT II beberapa waktu lalu. Kerjasama dengan PJT II terkait air curah saja. Dalam  MoU tersebut disepakati me-review pra feasibility study (FS) di 3 zona. Pra FS tersebut sudah diserahkan kepada tim kerjasama gabungan PDAM Kabupaten Karawang dan PJT II. 
 
“Rencananya kita akan garap di zona 5 sesuai masterplan yang kami punya dan sudah ditandatangi kepala daerah,” jelasnya. Zona 5 meliputi Teluk Jambe Timur, Teluk Jambe Barat, dan sebagian Ciampea kita ambil,” ungkapnya. Untuk IPA, air baku diambil dari sungai Cibeet.  
 
Sementara itu Direktur Utama PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor, Hadi Mulya Asmat, menambahkan pengembangan SPAM dilakukan karena cakupan pelayanan baru 16% meskipun jumlah pelanggan mencapai sekitar 167 ribu pelanggan. Oleh karenanya, PDAM Kabupaten Bogor telah membuat rencana pengembangan SPAM tahun 2015-2024. 
 
“Ditargetkan cakupan pelayanan mencapai 40% di tahun 2024. Penambahan itu dibutuhkan dana sebesar Rp 2,8 triliun. Untuk memenuhi kebutuhan itu kami merencanakan mendapatkan dana dari berbagai pihak, terutama Pemerintah Kabupaten melalui penyertaan modal sekitar Rp 80 miliar,”  tuturnya. 
 
PDAM Kabupaten Bogor berencana melakukan pengembangan SPAM di tiga wilayah, yakni wilayah barat dengan 14 kecamatan, wilayah tengah sebanyak 19 kecamatan, dan wilayah timur 7 kecamatan. “Dari tiga wilayah ini kita prioritaskan di wilayah timur, seperti Kecamatan Gunung Putri, Cileungsi, Jonggol, dan Cariu,” ungkapnya. Untuk mewujudkan hal itu rencananya akan dibuat MoU dengan PJT II.