Home Berita Tanggul Kalimalang Jebol, Pasokan Air PDAM terganggu

Tanggul Kalimalang Jebol, Pasokan Air PDAM terganggu

 123KARAWANG, RAKA - Tanggul jebol di BTB 18 A Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, yang terjadi beberapa waktu lalu, ternyata berbuntut panjang. Selain tidak dapat mendistribusikan air PDAM ke 13 ribu pelanggan, beberapa kawasan industri juga terancam tidak beroperasi karena kekurangan suplai air.

Berdasarkan penelusuran RAKA, Perum Jasa Tirta (PJT) II terpaksa mengurangi debit airnya agar proses perbaikan tanggul dapat dilakukan. Namun disisi lain, akibat pengurangan debit air ini membuat irigasi yang membentang dari Curug, Telukjambe hingga Badami berubah total menjadi surut.
Direktur Teknik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Karawang Rudi Gusto Sugiharto menuturkan, pasca jebolnya tanggul pada Kamis pekan lalu, berdampak besar kepada pelayanan PDAM hingga saat ini. Karena PDAM unit Telukjambe yang memiliki 11.300 pelanggan ditambah 1.380 pelanggan di Ciampel tidak mendapatkan suplai air. "Sekitar 13 ribu pelanggan kita menjadi terganggu akibat jebolnya tanggul ini," ujarnya kepada RAKA di Water Treatment Plant (WTP) Unit Telukjambe, Senin (17/11).
Alhasil, kondisi ini membuat perusahaan air plat merah ini pusing tujuh keliling, karena harus berpikir keras untuk tetap menyuplai air bagi kebutuhan masyarakat. Akhirnya, PDAM mendapat bahan baku dari Kali Kalapa, meski debit airnya sangat sedikit. Bahkan hanya bisa memproduksi sekitar 400 meter per detik. "Kita masih bisa produksi, tapi kita tidak maksimal, hanya 40 liter per detik. Kita membutuhkan 120 liter per detik tiap harinya," bebernya.


Sementara itu, agar intake dapat berfungsi, rencananya PDAM akan memasang pipa hingga ke tengah irigasi agar mendapat cakupan air. Sehingga dapat kembali memproduksi air besih meskipun tidak maksimal. "Kita sudah berusaha keras, upaya kita akan pasang pipa di intake agar dapat menyedot air," serunya.
Untuk melayani pelanggan, PDAM sementara ini melakukan sistem mobile untuk distribusi air. Pihaknya menyediakan 2 tangki PDAM, dan bantuan 1 tangki dari Palang Merah Indonesia (PMI). Selain itu juga ada sebagian masyarakat yang langsung meminta air ke WTP Telukjambe. "Salah satu upaya memaksimalkan armada tangki yang ada, dan warga silahkan ambil sendiri di WTP kita," imbuhnya.
Salah satu warga yang mengambil air langsung ke WTP, Nana mengatakan, sudah beberapa hari terakhir ini dirinya harus mondar mandir untuk mendapatkan air. Warga Perum Telukjambe ini mengaku tiap hari bisa tiga kali mengambil air untuk keperluan mandi, dan buang air. "Tiap hari ngambil paling buat anak ke wc saja, tiap hari kesini, pake galon saja," katanya.
Sambung Rudi, selain merugikan pelanggan juga mengakibatkan kerugian materil bagi PDAM sekitar Rp 40 juta per hari. "Kerugian dari sisi finansial Rp 40 juta per hari hilang, yang jelas pelayanan kita ke konsumen kita maksimalkan," tuturnya.
Agar masyarakat tidak terlalu lama dirugikan, ia berharap perbaikan tanggul oleh PJT II dapat segera selesai. "Penanganan tanggul jebol bisa secepatnya, sehingga pasokan air baku normal kembali," harapnya.
Sementara itu, Kepala Litbang PDAM Karawang Asep Suntoro mengatakan, setelah pihaknya terjun ke lokasi dan sempat berdialog dengan pihak PJT II, pengerjaan perbaikan ini dilakukan selama 24 jam nonstop. "Agar cepat selesai. Kalau tidak ada halangan seminggu selesai," katanya.

 

Sumber : http://www.radar-karawang.com/2014/11/tanggul-kalimalang-jebol-pasokan-air